Human Eror


 Deretan pohon Pinus yang membuat hati terasa damai, di bawahnya sampah berserekan membuat alam kepanasan. Manusia-manusia yang hidup di jagat raya meninggalkan sampah seenak jidatnya. Manusia bukan hanya menebangi pohon hingga hutan gundul, akan tetapi manusia merusak ekosistem dengan meninggalkan sampah dimana saja. 

Alam dan seisinya menangis melihat satu makhluk yaitu manusia yang di ciptakan dengan kesempurnaan yaitu di beri akal tetapi akalnya ia simpan dikaki bukan di kepala, kalaulah dikepala maka tentu akan saling berhubungan dengan mata. Akan tetapi matanya ia simpan dimana? Apakah dikaki juga?

Ah dasar manusia, penuh bebal ia suka bermain namun sedikit yang suka menabur kasih sayang hingga tumbuh sedangkan hanyalah main-main yang di utamakan. Kasihan sekali alam dijadikan pelampiasan oleh orang orang yang sibuk di perkotaan lantas datang ke alam eh malah meracuni alam.

Sedang disana aku menangis membayangkan bagaimana alam juga menangis kala melihat manusia penuh ambisi dan ego pada diri.

Oleh karenanya mari bawa kembali apa yang kita bawa, kurang lebihnya yaitu sampah dari bekas makanan manusia.

Ciamis, 29 maret 2022

Komentar